Disusun Oleh : Indro Warih
Jalnidi
Mata kuliah : Kewirausahaan
Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Tambakberas
jombang.
I. Pendahuluan
Pengembangan UMKM menjadi suatu
keharusan agar UMKM dapat berkembang, mandiri dan handal sehingga dapat
menjalankan perannya secara optimal dalam perekonomian Inodonesia. Salah satu yang diperlukan untuk pemberdayaan
UMKM ini adalah meningkatkan daya kreativitas dan inovasinya dalam berbisnis.
Hal ini diperlukan karena sebagian besar UMKM
masih lemah dari sisi ini, sehingga produk yang dihasilkan cenderung sama,
kurang variasi dan hanya melakukan proses tradisional seperti yang biasa
dijalankan secara turun temurun atau hanya mencontek dan mengikuti persis
sebagaimana yang dilakukan oleh orang lain. Padahal pengembangan produk,
diferensiasi atau keunikan, baik pada produknya itu sendiri, maupun proses atau
layanannya seringkali diperlukan untuk
mengantisipasi kejenuhan pasar ataupun
persaingan, apalagi dalam persaingan global sekarang dan ke depan.
Di pasar dalam negeri maupun pasar ekspor
produk-produk UMKM Indonesia harus bersaing dalam kualitas dan desain dengan
produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM lainnya, bahkan dengan produk yang
dihasilkan oleh Usaha Besar dan produk-produk dari negara-negara lain. Menurut
pakar manajemen dan kewirausahaan Peter Drucker, kreativitas dan inovasi
merupakan inti dari kewirausahaan, sebab dalam setiap aspek berwirausaha untuk
mendapatkan hasil yang baik diperlukan kreativitas dan inovasi.
Contoh untuk menciptakan produk yang dapat
menarik minat konsumen dan dapat bersaing diperlukan kreativitas dan inovasi
dalam mendesain produk tersebut. Selanjutnya untuk melakukan proses produksinya
agar efektif dan efisien serta memasarkan produk tersebut sehingga dapat
menarik konsumen diperlukan kreativitas dan inovasi untuk mengkomunikasikannya,
mengemasnya, dan menyampaikannya. Pada dasarnya kreatifitas dan inovasi akan diperlukan dalam pemecahan
berbagai masalah bisnis termasuk mengatasi kelangkaan bahan baku, kekurangan
modal, ataupun masalah SDM. Oleh karena itu salah satu ciri yang penting yang
harus dimiliki oleh para pelaku UMKM sebagai entrepreneur yang handal dan
unggul adalah perlu memiliki pola pikir dan pola tindak yang kreatif dan
inovatif.
II. KREATIVITAS
Apa itu Kreativitas ? Bisnis itu
sendiri pada dasarnya merupakan kegiatan kreatif yang dalam setiap langkahnya
memerlukan kreatifitas. Kewirausahaan adalah untuk semua orang yang didukung
dengan ide-ide yang kreatif. Perusahaan memerlukan inovasi, sementara akar dari
inovasi adalah kreatifitas. Ada beberapa pengertian mengenai kreativitas,
diantaranya Menurut Kamus Webster,
kreativitas artinya kemampuan mencipta. Sedangkan Mike Vince mendefinisikan
kreativitas adalah membuat sesuatu yang baru dan memperbaharui yang lama.
Selanjutnya ahli yang lain mengatakan ”Being creative is seeing the same things
as everybody else but thinking of somthing different”. Belum ada kesepakatan
memang mengenai definisi kreatifitas, tetapi setidaknya kreatifitas adalah
merupakan kemampuan untuk mewujudkan
suatu ide baru.
Bagaimana mengembangkan kreatifitas
UMKM Apakah kreatifitas ini merupakan
bakat bawaan atau dapat dilatih/dipelajari. Saya berpendapat bahwa ada orang
yang memiliki bakat kreatif. Tetapi ada juga orang yang menjadi kreatif, karena
dituntut oleh lingkungan untuk kreatif atau berada dalam suatu lingkungan yang
merangsang atau melatihnya untuk kreatif. Jadi ada faktor-faktor yang dapat
mendorong atau menghambat kreatifitas dan ada pendekatan/cara untuk menjadi
kreatif. Maka dengan demikian kretivitas itu menurut saya bisa dipelajari/dilatih. Faktor-faktor penghambat kreativitas Ada
beberapa faktor yang membuat UMKM jadi kurang kreatif, antara lain sikap yang
negatif, terlalu taat kepada tradisi/kebiasaan, membuat asumsi yang kaku, takut
gagal, dan terlalu mengandalkan logika. Sikap-sikap seperti itu harus dibalik
menjadi sikap yang positif, yaitu berani bereksperimen, berani keluar dari
tradisi untuk mencoba sesautu yang baru,
memeriksa kembali asumsi dan jangan takut gagal.
Pendekatan agar menjadi kreatif Salah satu
cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kreativitas dalam berbisnis
adalah dengan berfikir dan bertindak mengikuti kata creativity, berikut ini :
C = Compare and combine R = Risk taking E = Expand and shrink A = Ask
what’s good and what if T = Transform
your view point I = In another sequence V = Visit other places I =
Incubate T = Trigger concepts Y = Youth’s advantage
Compare and combine Dengan
membandingkan suatu produk dengan produk yang lain yang memiliki kesamaan dalam
beberapa hal, seperti kesamaan dalam bahan, proses, fungsi dan ciri-ciri
lainnya, kemudian mengkombinasikannya bisa jadi dapat ditemukan produk baru
yang menarik atau yang lebih baik. Cara ini banyak dilakukan oleh industri,
baik industri besar dengan teknologi yang canggih maupun oleh industri kecil
dengan teknologi yang sederhana atau manual.
Dalam industri makanan dan minuman, berbagai
jenis makanan bisa dikombinasikan dengan makanan yang lain akhirnya ditemukan
produk baru dengan rasa yang berbeda. Baso dapat dikombinasikan dengan sop iga
dan dihasilkan baso tulang rusuk, pisang goreng dikombinasikan dengan roti bisa
dihasilkan pisang molen atau dikombinasikan dengan lumpia diperoleh sejenis
pisang aroma, Jus jeruk dikombinasikan dengan jus mangga akan diperoleh Jus Manajer
(Mangga Jeruk). Hal yang sama dapat dilakukan pada produk dan bidang usaha yang
lain.
Dalam bidang pertanian, misalnya
Bogenvile yang bunganya berwarna ungu dapat dikombinasikan melalui proses
persilangan atau okulasi dengan bogenvile yang bunganya putih, bisa jadi akan
diperoleh bunga bogenvile yang berwarna lain, atau bogenvile yang memiliki dua
warna. Demikian pula dalam industri pakaian/konveksi. Jenis bahan pakaian yang
satu dapat dikombinasikan dengan bahan yang lain, misalnya bahan katun dikombinasikan
dengan kaos atau dengan batik bisa juga dengan bahan untuk sarung, dengan bahan
jean, dan sebagainya. Jadi kombinasi-kombinasi ini kemungkinannya relatif
sangat banyak hampir tidak terbatas.
Dalam industri besar dan canggih juga
dilakukan kombinasi ini, seperti kita ketahui Hand Phone yang pada awalnya
sebagai alat komunikasi kemudian dikombinasikan dengan Radio atau MP3 atau
dengan Kamera, dan lain-lain. Demikian pula bidang usaha yang satu dapat
dikombinasikan dengan bidang usaha lainnya. Contoh ada usaha salon yang sukses
dengan mengkombinasikannya dengan usaha minuman juice. Dimulai dari usaha
salon, kemudian suatu saat melayani pelanggannya dengan jus dan ternyata
dihargai sangat positif oleh pelanggannya tersebut. Akhirnya memberikan inspirasi
kepada pengusaha salon tersebut untuk juga menyediakan juice. Kemudian dalam
perkembangan selanjutnya malah usaha juicenya tersebut yang lebih dominan dan
lebih banyak memberikan keuntungan, hal ini tidak menjadi masalah. Sebab yang
paling penting dapat melayani konsumen dengan memuaskan dan selanjutnya
memperoleh keuntungan sebagai imbalan atas prestasi perusahaan telah memuaskan
konsumennya.
Ask what’s good and what if Lakukan evaluasi terhadap produk, proses, dan
berbagai aspek yang berhubungan dengan usaha yang dilakukan. Pertanyakan dan
periksa apa yang baik, apa yang belum baik dari produk, proses dan berbagai
aspek usaha tersebut, dan bagaimana jika dilakukan perubahan terhadap hal-hal
tersebut. Apakah akan menjadi lebih
efisien proses produksinya maupun kinerja produk yang dihasilkannya, apakah
kualitasnya akan menjadi lebih baik, apakah fungsinya menjadi lebih banyak,
apakah desainnya akan menjadi lebih menarik, apakah harganya akan menjadi lebih
bersaing, dan seterusnya. Intinya apakah perubahan yang dilakukan akan menambah
value. Jika diperkirakan akan menambah value maka perubahan tersebut dapat
dikembangkan.
Banyak perusahaan baik perusahaan
besar maupun perusahaan kecil yang mengembangkan produk, proses, dan aspek –
aspek usaha lainnya dengan cara ini. Bila kita perhatikan misalnya pada
industri mobil, dari tahun ke tahun, generasi dari berbagai merek dan jenis mobil dikeluarkan. Mobil generasi selanjutnya atau
keluaran baru dibedakan dari generasi atau keluaran tahun sebelumnya dengan merubah
penampilan eksterior, seperti lampu
depan, bumper, lampu sen, kaca spion dan lain-lain. Atau merubah penampilan
interiornya seperti dashboard, jok, dan sebagainya. Tentu saja perubahan dapat
dilakukan juga pada mesin atau suspensi, dan berbagai bagian lainnya dari
mobil. Jadi banyak hal yang bisa dievaluasi dan dirubah untuk lebih memberikan
value bagi konsumen.
Hal serupa dapat juga dilakukan pada
produk dan layanan dari usaha kecil, seperti makanan, kerajinan, mebel,
pakaian, dan sebagainya. Bagi UMKM
dapat mengembangkan gagasan kreatif dalam berbisnisnya dengan cara ATM (Amati
Tiru dan Modifikasi). Jadi lakukan pengamatan terhadap usaha,
fungsi-fungsi/praktik-praktik bisnis, proses dan produk yang ada, temukan peluang untuk dilakukan
modifikasi dari yang sudah ada tersebut. Tentu saja modifikasi yang dilakukan
harus menambah nilai dari yang sudah ada, paling tidak menjadi keunikan yang
menjadi positioning yang dapat menarik target pasar tertentu.
Transform your view point Merubah pandangan terhadap fungsi dari suatu
produk dan layanan perusahaan adalah juga cara kreatif untuk melakukan
pengembangan produk. Contoh: pandangan umum terhadap rumah makan adalah tempat
jualan makanan, sehingga orang yang datang ke rumah makan adalah orang yang lapar/yang
mau makan. Pandangan terhadap rumah makan bisa kita rubah dengan pandangan yang
lain, misalnya rumah makan bukan hanya sekedar untuk makan, tetapi tempat untuk
bersantai, hiburan, lobi atau mengasuh anak.
In another sequence Merubah urutan
proses produksi atau layanan, adalah juga salah satu alternatif cara kreatif
untuk menemukan produk dan layanan yang berbeda dan lebih baik dari produk dan layanan yang sudah ada. Tidak
jarang hanya dengan merubah urutan tersebut ternyata proses malah menjadi lebih
efisien, hasilnya lebih berkualitas dan akhirnya meningkatkan value dari produk
dan layanan perusahaan. Visit other
places Banyak berkunjung ke berbagai tempat, akan menambah pengetahuan dan
wawasan seseorang. Dalam berbagai hal, setiap tempat memiliki keunikan atau
perbedaan dengan tempat lain. Perbedaan tersebut timbul karena perbedaan budaya
dan alam, yang kemudian menimbulkan perbedaan dalam jenis atau cara pengolahan
makanan, pakaian, berbagai produk kerajinan, dan lain-lain semua itu adalah sumber
gagasan, yang bila dikombinasikan atau
dimodifikasi akan menimbulkan produk baru, cara pembuatan yang baru, cara
pelayanan yang baru yang lebih baik atau paling tidak memberikan pilihan lain
yang menarik bagi konsumen.
Incubate Berbagai informasi, pengetahuan dan
pengalaman yang masuk atau dialami, endapkan dan renungkanlah beberapa waktu
sampai akhirnya alam bawah sadar anda akan menghubung-hubungkan berbagai
informasi dan pengalaman tersebut dan pada saatnya akan muncul suatu gagasan
produk, proses atau berbagai hal berkaitan dengan usaha yang menarik.
Trigger concepts Kata-kata pemicu seperti motto atau pepatah
dapat juga menjadi motivasi dan selalu mengingatkan bahwa anda kreatif. Lalu dengan kreatifitas anda akan membuat usaha
yang lebih baik, anda akan mengembangkan suatu produk baru, membuat suatu
proses baru cara memasarkan yang baru, dan sebagainya. Kata-kata pemicu ini
akan mendidik dan mendorong alam bawah sadar anda sampai akhirnya anda mencapai
tujuan anda. Contoh Perusahaan Biskuit Mayora selalu mengatakan dalam setiap
iklannya:” Satu lagi dari Mayora”. Kata-kata ini menjadi pemicu bahwa Mayora
akan selalu berkreasi untuk menghasilkan produk yang baru.
Youth’s advantage Hasil penelitian menunjukan bahwa masa kecil
adalah masa paling kreatif. Ingatlah masa-masa kecil/masa-masa muda anda,
banyak hal mungkin yang anda lakukan yang sangat kreatif, selanjutnya ambilah
pengalaman-pengalaman yang kreatif tersebut untuk mengembangkan usaha
anda. Selain dengan cara di atas,
kreativitas juga dapat dikembangkan, melalui:
pergaulan yang luas, lingkungan yang kondusif, melakukan pengembaraan,
mengembangkan daya pikir dengan membaca, menggemari kesenian, menggeluti
teknologi, berfikir ampuh, membebaskan alam bawah sadar dan menyatu dengan jiwa
kreatif
III. INOVASI
Innovasi dan Unsur-unsurnya
Inovasi adalah
gagasan, tindakan atau barang yang dianggap baru oleh seseorang. Setiap ide
atau gagasan pernah menjadi inovasi. Setiap inovasi pasti berubah seiring
dengan berlalunya waktu. Jika sesuatu ide dianggap baru oleh seseorang maka ia
adalah inovasi (bagi orang itu). “Baru” dalam ide yang inovatif tidak berarti
harus baru sama sekali. Inovasi adalah
sebuah langkah yang lebih dari sekedar ide kreatif. Sementara kreativitas
berkisar pada penghasilan ide-ide, inovasi berkisar pada pelaksanaan dari
ide-ide tersebut.
Dalam kenyataannya seorang inovator
tidak perlu selalu menjadi orang pertama yang mempunyai ide. Seorang bisa saja
kreatif tapi gagal untuk berinovasi. Sebaliknya bisa saja terjadi inovasi yang
berhasil, tanpa melalui proses yang sistematis pemikiran yang kreatif. Inovasi tidak berhenti pada ide cemerlang,
tidak pula tindakan yang semata-mata berbeda dengan orang lain atau berubah
hanya sekedar berubah (change for the sake of change). Inovasi yang
sesungguhnya adalah inovasi yang dipahami sebagai pelaksanaan konsep secara
menyeluruh mencakup komponen dan segmennya.
Mengacu pada pendapat Beth Webster dalam “
Innovation: we know we need it but how we do it”, inovasi adalah menemukan atau
mengubah materi pekerjaan atau cara menyelesaikan pekerjaan secara lebih baik.
Dengan definisi ini maka inovasi mengandung dua komponen: yaitu penemuan
(invention) dan pelaksanaan (implementation). Dimana pada tiap komponen terdiri
atas empat segmen, yaitu:
A. Kreativitas – generating new
ideas
B. Visi – Knowing where you want to
get with it
C. Komitmen – mobilizing to get
there
D. Manajemen – planning and working
to get there
Menjalankan inovasi diawali dari
eksplorasi untuk menemukan sesuatu yang baru dalam bentuk yang lebih tanpa
meninggalkan perangkat lama yang masih baik. Tidak berhenti pada menemukan ide
lebih baik, inovasi menuntut langkah berikutnya berupa pelaksanaan uji
realitas. Selain risiko kegagalan, hambatan di tingkat konsep, praktik,
strategi, teknis, diri sendiri dan orang lain juga kerap muncul. Untuk
menciptakan solusi yang dibutuhkan, maka kreativitas yang dimiliki oleh para
inovator sangat berperan, yang dapat diwujudkan dalam bentuk jumlah alternatif
solusi terhadap situasi dengan cara mengubah, mengkombinasikan, mengidentifikasi
celah rekonstruktif dari sesuatu yang sudah ada. Menurut riset ilmiah,
kuantitas solusi alternatif memiliki korelasi dengan kualitas solusi. Jadi
kreativitas bertumpu pada kemampuan yang memiliki pola baru dalam melihat
hubungan antar objek yang dilihat dari sudut pandang adanya „possibility‟ dan
mempertanyakan sesuatu untuk memperoleh jawaban yang lebih baik. .
*Perwujudan Inovasi dalam
Berwirausaha
Elemen kewirausahaan melekat pada komponen tenaga kerja.
Kewrirausahaan merupakan suatu kemahiran yang istimewa, yang perlu dibedakan
dengan kemahiran lainnya. Kemampuan kewirausahaan fungsinya adalah
mengorganisasi dan menggabungkan berbagai jenis faktor produksi, guna
menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan masyarakat. Peran inovasi diperlukan
dalam menjalankan fungsi kewirausahaan untuk meningkatkan efektivitas,
efisiensi dalam penciptaan produk yang bernilai. Inovasi disini dapat berupa
desain produk unggulan. Dapat pula berupa desain proses, kemasan, pelayanan,
pemasaran dan delivery yang tujuannya menciptakan produk unggulan. Termasuk
juga servis purnajual.
Inovasi juga diperlukan sebelum
melempar produk ke pasaran, bentuknya dapat berupa tes market. Artinya
masukan-masukan dari masyarakat atau calon pelanggan bisa dijadikan bahan penyempurnaan.
UMKM dapat melakukan hal seperti itu dengan cara yang sederhana dan murah
sebelum memasarkan produknya. Bagaimanapun UMKM harus mengenali pasar, oleh karena itu UMKM perlu
melakukan observasi pasar atau riset pasar sederhana sebelum meluncarkan produk
barunya ke pasaran. Akibat tidak melakukan observasi pasar sama sekali,
ditambah keengganan untuk promosi, maka berdampak produk-produk yang dipasarkan
setelah di launching, nasibnya bisa tidak menguntungkan. Bahkan bisa
ditinggalkan oleh masyarakat, karena produk tidak mampu memenuhi selera
pasar.
Masih dalam kaitan dengan produk,
dikenal dua keunggulan, yaitu (1) keunggulan kompetitif dan (2) keunggulan
komparatif. Suatu produk baru bisa dikatakan hasil inovasi bila memiliki
keunggulan kompetitif. Artinya dengan keunggulan tersebut produk dapat menarik
dan mengantisipasi kebutuhan pelanggan. Sedangkan produk yang memiliki
keunggulan kompetitif hanya sebatas tingkat perbandingan mutu, bahwa produk ini
lebih baik dari produk lain (pesaingnya). Arti “baik” disini belum tentu
berkaitan dengan apa yang menjadi kebutuhan pengguna produk, walaupun produk
tersebut “lebih baik dari produk lain”. Juga bila dikaitkan dengan tingkat
harga.
Sementara itu menurut Alvin Toffler
agar suatu perusahaan dapat tumbuh dan berkembang memerlukan dua jenis
kemampuan, yaitu: (1) kemampuan optimasi (2) kemampuan inovasi. Kemampuan
optimasi berkaitan dengan kemampuan memanfaatkan secara optimal semua sumber
daya yang sudah dimiliki perusahaan. Sedangkan kemampuan inovasi ialah
kemampuan untuk menciptakan yang baru, baik yang menyangkut produk, jasa maupun
proses baru. Inovasi diperlukan dan
dapat dilakukan dalam setiap fungsi, proses dan praktik beriwirausaha, tetapi
intinya inovasi yang dilakukan tentunya ditujukan untuk dapat menghasilkan
produk dan layanan perusahaan yang memberikan value bagi pelanggan sehingga
dapat memuaskan konsumen, serta lebih baik dari yang yang sudah ada dan yang
ditawarkan oleh pesaing.
Akar dari inovasi adalah
kreativitas, tetapi inovasi lebih banyak memerlukan keberanian untuk melakukan
eksperimen dan implementasinya. Jadi inovasi memerlukan komitmen pada „make‟,
bukan membiarkan ide cemerlang menemukan jalannya sendiri di lapangan. Inovasi adalah salah satu cara hidup dan
berkembangnya UMKM sebagai perusahaan. Dalam lingkungan bisnis yang dinamis,
dimana konsumen seleranya bisa berubah, tuntutan dan gaya hidupnya bisa
berubah, sementara di sisi lain konsumen memiliki semakin banyak pilihan untuk
dapat memenuhi kebutuhan dan harapannya, maka UMKM tanpa inovasi bisa
ditinggalkan oleh konsumennya dan segera memasuki masa decline.
IV. PENUTUP
Bisnis
UMKM dalam lingkungan yang dinamis sekarang dan ke depan dimana tuntutan
konsumen semakin tinggi dan persaingan semakin ketat, maka kreativitas dan
inovasi untuk menghasilkan produk dan layanan yang dapat memuaskan konsumen
serta dapat bersaing di pasar adalah menjadi cara hidup dan berkembangnya UMKM
sebagai perusahaan. Jadi dengan demikian disamping UMKM harus memiliki komitmen
terhadap custommer satisfaction, juga UMKM
sebaiknya memiliki komitmen terhadap inovasi. Oleh karena itu
kreativitas dan inovasi merupakan inti dari kewirausahaan sekarang ini.
Kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin, proses sistematis penerapan
kreativitas dan keinovasian dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar.